Jadi Pemain Termahal City, De Bruyne Rentan Jadi Target Kritikan

Print

Kevin De Bruyne yang didatangkan dengan dana tidak sedikit memang menjadi sorotan ketika berpindah ke Manchester City. Bos City, Manuel Pellegrini pun tak memungkiri kalau De Bruyne rentan menjadi target kritikan karena menyandang pemain termahal City.

 

Untuk bisa membawa Kevin De Bruyne dari Wolfsburg, Manchester City mesti menggelontorkan dana sebesar 74 juta euro (sekitar Rp 1,14 triliun) pada bursa transfer musim panas 2015 kemarin. Nilai transfer tersebut membuat mantan bintang Die Wolfs itu menjadi pemain termahal sepanang masa The Citizen. Namun sejauh ini De Bryune mampu membuktikan kualitasnya dengan mencetak sembilan gol serta sembilan assist dari total 19 laga bersama City. Akan tetapi Pellegrini menilai pemain bintangnya itu bisa menjadi sasaran kritik andai dia tak mampu membawa City meraih gelar pada musim 2015/16 ini.

 

"Ini adalah sebuah resiko besar yang harus dipikul De Bruyne sebagai seorang pemain yang dilabeli pemain termalah sepanjang masa klub. Namun kami yakin kemampuannya bakal membawanya sukses bersama tim. Anda tak pernah mengetahui apakah seorang pemain sangat mahal atau murah. Ini bergantung perjalanan kompetisi. Namun jika tak ada gelar yang bisa dimenangi, maka anda mungkin akan menjadi sasaran kritikan soal pemain yang anda beli dengan harga fantastis."ujar Pellegrini.

 

Pada aktifitas belanja City dimusim panas 2015 ini, setidaknya dana sebesar 203,38 juta euro sudah digelontorkan manajemen City dimana setelah De Bryune, Raheem Sterling yang dibeli dari Liverpool dengan harga 62,6 juta euro juga menjadi pemain yang didatangkan dengan harga fantastis. Namun dana besar tersebut memperlihatkan City yang masih tertahan diposisi ketiga klasemen sementara Premier League dengan mengantongi 29 poin dari total 15 laga yang sudah dijalani dan tertinggal 3 angka dari Leicester City selaku pemuncak klasemen.